Pos

Membangun Jiwa Investor Muda Melalui Company Visit Sidomuncul Tbk.

Membangun Jiwa Investor Muda Melalui Company Visit Sidomuncul Tbk.

Pusat Studi Pasar Modal Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (PSPM FH UII) dan Kelompok Studi Pasar Modal mengadakan Company Visit ke PT Sido Muncul Tbk. di Jl. Boyolali-Magelang, Sukabumi, Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Rabu (24/3).

Sebanyak 46 mahasiswa tergabung dalam KSPM di bawah arahan dosen pembimbing dan Staff Peneliti PSPM Lucky Suryowicaksono, S.H., M.Kn dan Eko Riyal Nugroho,S.H.,M.H. Selain itu kunjungan di KSPM FH UII bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) KP Yogyakarta dan PT Fac Sekuritas sebagai bentuk sosialisasi kepada mahasiswa untuk lebih memahami literasi keuangan di bidang pasar modal. Salah satu upaya meningkatkan skill adalah melalui interaksi langsung kepada pelaku investasi yang telah teruji dan bergerak di pasar saham, yaitu PT Sidomuncul Tbk.

Lucky Suryowicaksono,S.H., M.Kn. menyampaikan bahwa kunjungan ini dapat menjadi edukasi bagi mahasiswa. “Mahasiswa yang menekuni hukum perusahaan dan pasar modal perlu belajar dari kunjungan agar dapat meningkatkan pemahaman dan wawasan terutama terhadap penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Semoga kerjasama antara FH UII dengan PT Sidomuncul Tbk. dapat terjalin dan ke depan Company Visit dapat dilakukan secara periodik”, terangnya.

Kegiatan Company Visit ini dibagi menjadi tiga agenda, yaitu mengunjungi PT Sidomuncul Tbk. (Induk perusahaan), mengunjungi PT Sidomuncul Pupuk Nusantara (Anak Perusahaan), dan Agrowisata Sidomuncul.

Dalam agenda pertama mahasiswa mengunjungi area gudang bahan baku dan area pengemasan, melihat laboratorium yang merupakan pusat penelitian dan pengembangan, mengunjungi pabrik produk cair dan pabrik Kuku Bima Energi. Selanjutnya pada agenda kedua mahasiswa melihat pengolahan limbah menjadi pupuk organik dan demonstrasi plot untuk tanaman. Dan terakhir pada agenda ketiga mahasiswa berdiskusi mengenai hukum perusahaan, pasar modal, dan saham dengan pelaku ekonomi secara langsung.

Kunjungan ke perusahaan yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia tersebut dimaksudkan untuk mengetahui kondisi perusahaan terkini. Hal ini dibutuhkan untuk melakukan analisa fundamental supaya investor yakin dalam membeli saham dari perusahaan tersebut. Dengan adanya kunjungan ini diharapkan dapat memberikan motivasi lebih bagi mahasiswa untuk gencar belajar belajar pasar modal di Bursa Efek Indonesia dan khususnya dapat melakukan analisa fundamental dalam membeli saham dalam sebuah perusahaan. (diterbitkan ulang dari uii.ac.id)

Mahasiswa Peserta aksi protes yang tergabung Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (LEM FH UII), Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (DPM FH UII), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Hukum UII saat dilepas oleh Wakil Dekan FH UII , Dr. Saifudin SH MHum tepat pukul 08.00 wib, Selasa (26/11), bertolak dari halaman kantor LEM FH UII Jl Tamansiswa 158 Yogyakarta

Mahasiswa Fakultas Hukum UII Protes

Mahasiswa Peserta aksi protes yang tergabung Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (LEM FH UII), Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (DPM FH UII), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Hukum UII saat dilepas oleh Wakil Dekan FH UII , Dr. Saifudin SH MHum tepat pukul 08.00 wib, Selasa (26/11), bertolak dari halaman kantor LEM FH UII Jl Tamansiswa 158 Yogyakarta

Tamansiswa (uiinews) Sebanyak lima ratus mahasiswa Fakultas Hukum UII yang tergabung dalam Solidaritas Tanah Air menggelar aksi demonstrasi dengan berjalan kaki menuju titik nol kilometer Utara Alun-alun. Aksi mahasiswa yang mewakili Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (LEM FH UII), Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (DPM FH UII), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Hukum UII dilepas oleh Wakil Dekan FH UII , Dr. Saifudin SH MHum tepat pukul 08.00 wib, Selasa (26/11)

Mahasiswa Peserta aksi protes yang tergabung Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (LEM FH UII), Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (DPM FH UII), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Hukum UII saat dilepas oleh Wakil Dekan FH UII , Dr. Saifudin SH MHum tepat pukul 08.00 wib, Selasa (26/11), bertolak dari halaman kantor LEM FH UII Jl Tamansiswa 158 Yogyakarta

Tamansiswa (uiinews) Sebanyak lima ratus mahasiswa Fakultas Hukum UII yang tergabung dalam Solidaritas Tanah Air menggelar aksi demonstrasi dengan berjalan kaki menuju titik nol kilometer Utara Alun-alun. Aksi mahasiswa yang mewakili Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (LEM FH UII), Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (DPM FH UII), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Hukum UII dilepas oleh Wakil Dekan FH UII , Dr. Saifudin SH MHum tepat pukul 08.00 wib, Selasa (26/11)Beliau berpesan kepada mahasiswa, bahwa untuk melakukan longmarch sepanjang Jalan Tamansiswa sampai titik nol bunderan untuk bisa bersikap sopan dan tetap berperilaku santun serta tetap menjaga nama baik almamater FH UII.
Dalam aksinya mereka menyayangkan kasus penyadapan yang telah terbongkar yang dilakukan oleh Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (National Security Agency) yang dibocorkan oleh Edward Snowden mantan agen spionasi Amerika. Diberitakan perihal penyadapan dilakukan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan isterinya serta beberapa menteri lain dari Kabinet Indonesia Bersatu.
Presiden RI (SBY) pun telah mengirim surat kepada PM Australia Tony Abbott dan memanggil duta besar Indonesia untuk Australia. Pembatalan kerjasama di beberapa bidang seperti kerjasama militer dan intelijen, meminta coordinate military operations terkait dengan penyeludupan imigrangelap ke Australia dihentikan sementara dan meminta adanya code of conduct dan guide of principal atas kerja sama-kerja sama yang untuk sementara dihentikan ini sudah dilakukan. Namun hal ini dirasa belum cukup memberikan efek jera terhadap Australia. Terlebih intervensi yang pernah dilakukan Australia terkait kasus Timor Leste dan Papua menambah daftar kekecewaan masyarakat terhadap sikap yang diambil Pemerintah Indonesia.
Sebelum sampai di titik nol, peserta aksi sempat berhenti sejenak di Kantor DPRD Provinsi DIY untuk menyampaikan poin tuntutan terhadap kasus ini. Poin tuntutan aksi kali ini adalah Mendesak Amerika Serikat dan Australia untuk segera meminta maaf secara terbuka, Menyusun draft konvenan tentang keamanan terhadap penyadapan (Anti Espionage Act), Perjuangkan Geo Stationary Orbit (GSO) milik NKRI, dan Perkuat sistem keamanan informasi dan memberikan dukungan penuh riset terkait teknologi. Poin tuntutan yang berupa Pernyataan sikap tersebut ditandatangai bersama oleh Ketua DPM (Azkar), Ketua LEM (Alnair) Ketua HMI Komisariat FH (Dony Setiawan dan Wakil Dekan FH UII Dr.Saifudin , SH., M.Hum.
Aksi damai diakhiri dengan pengiriman surat yang berisi tuntutan, yang ditujukan ke Komisi I DPR RI, Komisi II DPR RI, dan juga Presideen RI. (sariyanti)