Pos

Tim Peradilan Semu FH UII Sabet Juara 1 dan Mediator Terbaik Piala Ketua MA RI 2018

Peradilan Semu FH UII Sabet Juara 1 dan Mediator Terbaik

Barakallah atas pencapaian Delegasi Peradilan Semu KPS FH UII yg dinobatkan sebagai Juara 1 dan Mediator Terbaik dalam Kompetisi MediasibTingkat Nasional Piala Ketua Mahkamah Agung RI 2018.

Sebagai universitas swasta, UII mampu meraih juara pertama dan mediator terbaik pada NMCC Mediasi TLF 2018 yang pertama kali diadakan di Indonesia.

Tentunya menjadi suatu kebangaan bagi kami karena telah membawa harum nama universitas, fakultas, khususnya KPS karena karena telah mencatat sejarah baru.

Kesuksesan tersebut diraih bukan tanpa perjuangan. Kami yang terdiri dari Alfin Fauzan, Deris Destias, Areyna Prabawati, Yudhistira Ari, Krasnaya Maghfirani harus melalui perjuangan panjang, dimulai dari penyusunan berkas, latihan simulasi, dan bersiap untuk menampilkan simulasi mediasi yang terbaik pada hari perlombaan serta tak lupa untuk berserah untuk hasil yang terbaik kepada pemilik semesta.

Dibalik perjuangan yang panjang dan kesuksean yg telah diraih tidak akan meraih hasil maksimal tanpa adanya bantuan serta dorongan dari sosok-sosok hebat yang berada dibelakang kami.

Advokat Teguh Sri Rahardjo selaku pembina kami, menjadi bapak yang membimbing anak-anaknya agar menjadi yang terbaik. Membagi ilmu dan pengalaman beliau selama menjadi advokat. Mengajarkan kami banyak hal termasuk untuk menjadi peka terhadap hidup.

Advokat Dian Prasetyo, adalah sosok kedua karena tanpa bantuan dan saran-saran beliau, mungkin babak final menjadi suatu ketidakmungkinan bagi kami.

Hakim Mba Meli (NTAR INI DIBENERIN AJA YA) sosok selanjutnya yang menjadi kakak terbaik karena telah membantu banyak dalam berkas babak penyisihan.

Hakim Zainal Arifin, adalah sosok dibalik pembentukan karakter seorang mediator kami karena saran beliau menjadi kunci selanjutnya dalam kesuksesan kami.

Advokat Dimitri Bustami, adalah sosok yang terlampau sering mendampingi kami tanpa lelah.

Alumni dan Keluarga Besar Komunitas Peradilan Semu, adalah sosok-sosok yang mendukung dan mendoakan kesuksesan kami.

Terima kasih kami ucapkan atas segala-galanya. Tanpa sosok-sosok tersebut mungkin kami tidak bisa meneriakan takbir diatas panggung kemenangan dengan mengangkat piala bergilir ketua MA.

Tim Delegasi Peradilan Semu FH UII Raih Prestasi

Tim Delegasi Peradilan Semu atau yang biasa dikenal dengan Komunitas Peradilan Semu  “Mouth Court”  Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia kembali meraih prestasi di kancah Nasional.

Prestasi ini diraih ketika Tim Delegasi Peradilan Semu mengikuti kompetisi National Mouth Court Competition on Against Corruption Piala Kejaksaan Agung II di Universitas Pancasila Tanggal 20 Desember 2010 – 1 Januari 2011. Tim Delegasi yang terdiri dari 25 orang yaitu:
Ketua Delgasi: Hiusena Batra,  Delegasi: Novinda Tri Siswandari, Hevi Wijayanti, Adri Wahyuning, Setia Agung Laksono Indri Fitrani, Tengku Putra Aya Seprinaldi Yuni Natalia Beatrick, Mochamad Gita Sumbada, Bustanul Arifien Rusydi, Trisni Tyasmita I, Bagus Nitinegara, Rilisa Ophira Ramadhani S, Anang Seputro, Ike Seftiyan,  Serta Official Tim: Muhammad Taufiq A.F., Dedi Kusuma, kembali sukses pepmeroleh Juara II Nasional pada Kompetisi Peradilan Semu Tersebut.

 

Peradilan Semu Selenggarakan Diklat Anggota Baru

Komunitas Peradilan Semu LEM FH UII pada tanggal 28 Februari 2009 yang lalu menyelenggarakan diklat bagi anggota baru yang diterima setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat.

Peradilan Semu Selenggarakan Diklat Anggota Baru

 

Komunitas Peradilan Semu LEM FH UII pada tanggal 28 Februari 2009 yang lalu menyelenggarakan diklat bagi anggota baru yang diterima setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat. Kegiatan ini diikui oleh seluruh anggota baru Peradilan Semu yang berjumlah 23 orang, bertempat di ruang sidang utama FH UII, Jl. Tamansiswa 158 Yogyakarta.

“Kegiatan ini merupakan pengenalan bagi anggota baru tentang sejarah PS dan eksistensinya sampai saat ini. Anggota baru juga diberikan materi hukum acara baik pidana dan perdata. Titik tekannya lebih pada agar mereka paham perbedaan praktik peradilan pidana dan perdata. Pemateri dalam kegiatan ini sengaja diambil dari kakak-kaka senior yang telah memiliki pengalaman di bidangnya masing-masing, tujuannya biar anggota baru nanti lebih dekat hubungan emosionalnya dengan mereka”, ujar Rizki, Ketua Komunitas Peradilan Semu LEM FH UII.

Diklat yang merupakan agenda rutin PS ini menampilkan beberapa materi dasar yang wajib diketahui oleh anggota baru, seperti bagaimana cara menganalisis kasus dan praktik beracara di pengadilan. Kedua materi itu wajib dikuasi oleh anggota PS sehingga mereka nantinya siap ketika diminta untuk membedah kasus dan melakukan praktik peradilan semu. Titik tekan pada dua hal itu yang membedakan Peradilan Semu LEM FH UII dengan lembaga intra atau ekstra lainnya.