Merajut Kebersamaan dalam Keberagaman: Mahasiswa Asing Fakultas Hukum UII Eksplorasi Budaya dan Sejarah di Magelang

Program Studi Hukum Program Sarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) sukses menyelenggarakan Cultural Program 2026 yang berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa, 26-27 Januari 2026. Agenda tahunan ini dirancang khusus untuk mempererat kebersamaan sekaligus memberikan pemahaman mendalam mengenai budaya lokal bagi mahasiswa asing yang menempuh studi di Fakultas Hukum UII.

Kegiatan ini diikuti oleh 16 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen asing. Di antaranya adalah Tom Oscar Burgess (Griffith University, Australia) penerima beasiswa New Colombo Plan, serta empat mahasiswa penerima beasiswa Future Global Leaders Scholarship (FGLS UII): Feisal Saleh Bashir (Kenya), Abdulkadir Aminu Bichi (Nigeria), Adedoyin Yusuff Olatunji (Nigeria), dan Firdoos Khan (Pakistan). Hadir pula empat mahasiswa beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), yakni Ahmad Mansour Azimi (Afganistan), serta Muhammad Tahir Yahya, Faidat Temitope Balogun, dan Rabiu Abdulmudallib Bello dari Nigeria. Dua dosen asing, Frances Annmarie Duffy, LL.M. (Irlandia) dan Ahmad Saad Ahmad Al-Dafrawi, Ph.D. (Irak), turut menyemarakkan acara, didampingi oleh lima student buddies dari Program Internasional angkatan 2025, yaitu Feivel Fathirulhaq, Nanda Julyan Nugraha, Fadhlan Novrizal Dwi Saputro, Aliyah Dwi Meisya, Elza Aurelya.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum UII, Prof. Dr. Budi Agus Riswandi, S.H., M.Hum., menekankan pentingnya adaptasi budaya. “Program ini sangat penting untuk mengenalkan khazanah kekayaan budaya serta situasi sosial di Indonesia agar mahasiswa asing dapat beradaptasi dengan mudah. Harapannya, setelah menyelesaikan studi, mereka dapat menjadi agen promosi bagi kebudayaan dan pendidikan di UII,” dekimian penuturan dari Prof. Dr. Budi Agus Riswandi, S.H., M.Hum.

Pemilihan lokasi di Kota Magelang bukan tanpa alasan. Ketua Program Studi Hukum Program Sarjana, Dodik Setiawan Nur Heriyanto, S.H., M.H., LL.M., Ph.D., menjelaskan bahwa Magelang memiliki warisan budaya luhur seperti Candi Borobudur dan Candi Mendut. “Lokasi ini menyimpan sejarah kuat tentang harmoni lintas keagamaan di Indonesia. Kami ingin mahasiswa asing memahami bahwa Indonesia tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga nilai sejarah tentang toleransi yang sudah berkembang sejak lama,” demikian ujar Kaprodi Hukum Program Sarjana, Dodik Setiawan Nur Heriyanto, S.H., M.H., LL.M., Ph.D.

Selain aspek budaya, peserta juga dibekali materi hukum melalui sesi bertajuk “Introduction to Indonesian Employment Law and Working in Indonesia as a Foreigner” yang disampaikan oleh Ayunita Nur Rohanawati, S.H., M.H. Dalam sesi yang dimoderatori oleh Siti Hapsah Isfardiyana, S.H., M.H. tersebut, para mahasiswa tampak antusias berdiskusi mengenai peluang berkontribusi bagi Indonesia, mulai dari bekerja secara profesional hingga membantu sektor UMKM untuk membangun jejaring bisnis internasional.

Kemeriahan acara semakin terasa saat para peserta diajak berinteraksi langsung dengan permainan tradisional seperti angklung, dakon, egrang bambu, gasing, dan bakiak yang berlokasi di Kampoeng Dolanan Borobudur. Sebagai penutup, peserta diajak mengeksplorasi keagungan Candi Mendut dan memacu adrenalin melalui kegiatan rafting di Sungai Elo. Di akhir program, para mahasiswa diminta menyusun tugas reflektif berupa tulisan kreatif mengenai pengalaman berkesan mereka selama mengikuti rangkaian kegiatan ini.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan