Pada hari Ahad, 26 April 2026 telah diselenggarakan Program Pengabdian Masyarakat Internasional di Tanjung Uma, Batam dengan melibatkan Dosen, Tenaga Kependidikan, Mahasiswa Program Internasional, Prodi Hukum Program Sarjana, Fakultas Hukum, Universitas Islam Indonesia serta anak-anak di Tanjung Uma, Batam. Anak-anak yang terlibat tersebut kurang lebih 40 (empat puluh) anak yang terdiri dari siswa Sekolah Dasar, siswa Sekolah Menengah Pertama, Siswa SMA di Tanjung Uma Batam dan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Internasional Batam. Kegiatan berlangsung selama 4 (empat) jam dengan bahasan materi Understanding Rights and Responsibilities (Memahami Hak Asasi Manusia dan Tanggungjawab) dan Legal Literacy for the Future (Literasi Hukum untuk Masa Depan).
Kegiatan Pengabdian Masyarakat Internasional ini sukses terselenggara berkat kolaborasi dengan Program Studi Hukum Sarjana, Fakultas Hukum, Universitas Internasional Batam dan Program Studi Hukum Program Sarjana, Fakultas Hukum UII. Dari Fakultas Hukum, Universitas Internasional Batam diwakili oleh Ibu Emiliya Febriani, S.H., M.H. Selaku Kaprodi Hukum Program Sarjana, beserta rekannya Ibu Ninne Zahara Silfiani, Ibu Nadia, Bapaka Antoni, dan Ketua Ta’mir Masjid Al Muttaqin Tanjung Uma Ustadz Mulyadi
Materi yang diberikan mengenai pemahaman dasar mengenai Hak Asasi Manusia terutama Hak Anak sehingga para anak-anak di Desa Tanjung Uma, Batam dapat memahami apa saja hak dasar yang mereka dapatkan dari aturan aturan hukum yang ada baik di Indonesia maupun Hukum Internasional” ujar Emiliya Febriani.
Adapun pemateri merupakan Dosen di UIB dan UII. Dari Fakultas Hukum UII diwakili oleh Dodik Setiawan Nur Heriyanto, S.H., M.H., L.LM., Ph.D (Kaprodi Hukum Program Sarjana), Dr. Aroma Elmina Martha, S.H., M.H. (Sekretaris Prodi Hukum Program Sarjana Program Internasional), Eko Rial Nugroho, S.H., M.H. (Dosen Tetap FH UII), Sri Achyuniwati, S.T. (Kepala Divisi Umum dan Rumah Tangga) serta Desi Wulandari, S.SOS. (Kepala Urusan Sumber Daya) serta dibantu oleh Tim Mahasiswa dari Program Internasional, Program Studi Hukum Program Sarjana, FH UII). Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan Tom Oscar Burgess yang merupakan mahasiswa pertukaran pelajar dari Griffith University, Australia.
Dalam sambutan yang disampaikan, Bapak Kaprodi Hukum Program Sarjana, Fakultas Hukum, Universitas Islam Indonesia, Dodik Setiawan Nur Heriyanto, S.H., M.H., L.LM., Ph.D, menyampaikan bahwa “Program Pengabdian Masyarakat Internasional ini merupakan Program yang diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada anak-anak di Desa Tanjung Uma, Batam khususnya berkaitan dengan hukum. Dipilihnya anak-anak di Desa ini dikarenakan merupakan salah satu kampung tertua di Lubuk Baja, Batam, yang secara historis dihuni oleh komunitas Melayu dan Bugis keturunan Diraja Riau Lingga. Terletak di pesisir pantai yang dekat dengan Singapura, kampung ini diberikan nama Tanjung Uma karena terletak antara Tanjung Pangkal Leppu dan Tanjung Kubur. Meskipun Batam telah berkembang menjadi pusat industri mengingat hubungan dagang antara kota ini dengan Singapura sangat dekat, namun Kampung Tanjung Uma tetap memiliki kekhasan tradisi yang masih dipertahankan sampai saat ini. Sejak dahulu masyarakat nya masih hidup dengan menjadi nelayan meskipun sebagian telah banyak yang bekerja di sektor industri. Menguatkan pemahaman anak-anak disini tentang hukum sangat penting agar mereka siap untuk mengembangkan diri dengan tetap berbasis pada hukum dan kebiasaan yang ada di masyarakat.”
Materi diberikan dengan memberikan pemahaman pola dasar hukum terutama pembedaan anatara jenis hukum yang ada di Indonesia dan juga hukum adat. Pemateri Dr. Aroma Elmina Martha, S.H., M.H. Yang juga merupakan ahli hukum pidana juga mengemas materi dengan menarik sehingga anak-anak memahami konsep hukum terutama mengenai sanksi hukum dalam hal pidana. “Harapannya anak-anak mulai tahu apa saja yang dilarang dan apa saja yang diperbolehkan. Seperti kasus bullying merupakan hal yang tidak boleh dilakukan. Termasuk main tangan atau pukul yang dapat masuk dalam kategori kekerasan fisik.” Demikian ujar Dr. Aroma.
Dalam hal terpisah, Eko Rial Nugroho, S.H., M.H., juga menyampaikan bahwa sebagai masyarakat yang memiliki historis yang tinggi, hukum adat tetap dapat dilaksanakan meskipun beragam bangunan dan fondasi ekonomi masyarakat Tanjung Uma telah berkembang dengan pesat. “Hukum adat utamanya Melayu juga dapat tetap dipertahankan dan ditransformasikan menjadi hukum modern mengingat banyak sekali tradisi yang masih dapat dipertahankan untuk dijadikan ciri khas dan pola hukum dasar di masyarakat.” Ujarnya.
Selama acara berlangsung, mahasiswa Program Internasional FH UII membagikan souvenir berupa buku dan alat tulis kepada anak-anak serta membuat permainan-permainan kecil sebagai ice breaking agar anak-anak mudah memahami materi yang disampaikan. Beragam permainan dipilih agar sesuai dengan materi yang disampaikan. Mahasiswa dari Australia, Tom Oscar Burgess dan dari Nigeria, Adedoyin Yusuf Olatunji menjadi pusat perhatian selama acara berlangsung karena mereka menggunakan bahasa Indonesia secara terbata-bata meskipun tetap banyak menggunakan bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris bagi anak-anak di Tanjung Uma, bahkan di penghujung acara, anak-anak dengan antusias mengajak mereka berfoto bersama untuk mengabadikan memori indah bahwa keterbatasan bahasa bukanlah penghalang untuk berbagi tawa, sekaligus menjadi pengingat bagi anak-anak Tanjung Uma bahwa dunia itu luas dan impian mereka bisa membawa mereka melintasi batas negara.
Acara ditutup dengan doa bersama dan penyerahan cinderamata serta foto bersama. Setelah acara, masyarakat mengarahkan dan memandu para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk melihat kampung tua Tanjung Uma yang secara geografis sangat dekat dengan pantai.




























