Sam Ratulangi Legal Writing Competition 2026: Tim FH UII Gapai Juara 1 Legal Opinion dan Best Speaker

[KALIURANG] Kabar baik dari Ibukota Sulawesi Utara,  Kota Manado. Tim FH UII berhasil menjuarai Legal Opinion dalam Ajang Sam Ratulangi Legal Writing Competition 2026  yang diselenggarakan oleh Legal Writing Center Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi.  Tim yang terdiri dari Anang Fajri Perdana (23410784) selaku ketua tim dengan beranggotakan Muhammad Alif Ahsan (23410692) dan Alvianto Noval Ade Putra (23411015) dengan dosen pembimbing Dr. Aroma Elmina Martha, S.H., M.H. berhasil meraih juara 1 di Babak Final pada Sabtu (18/04/2026) di Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi. Hal ini tentu menjadi apresiasi atas kerja keras yang telah dilakukan, sekaligus motivasi untuk terus berkembang dan berprestasi di bidang akademik.

Karya Legal Opinion mereka bertajuk ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA ATAS DUGAAN TINDAK PIDANA PENGGELAPAN DAN PENCUCIAN UANG BERBASIS ASET DIGITAL DALAM EKOSISTEM GAME BLOCKCHAIN “MYTHICAL FORGE”. Menurut Anang Fajri Perdana atau biasa disapa Anang, tajuk ini sangat relevan seiring dengan perkembangan isu hukum kontemporer serta penting untuk dikaji secara akademis dan praktis.

“Topik ini juga memberikan ruang analisis yang kritis dan solutif terhadap permasalahan yang ada,” ungkapnya.

Anang juga menyebutkan bahwa timnya ketika proses pengerjaan melalui berbagai tahapan dalam rentang waktu dari Rabu (26/11/2026) hingga pengumpulan berkas pada Senin (09/03/2026). Tahapan tersebut diantaranya adalah studi literatur sebagai penguatan referensi, kemudian melakukan diskusi intensif dengan tim. Tak lupa, mereka berkonsultasi dengan dosen pembimbingnya untuk mematangkan penyusunan kerangka tulisan.

Pasca menulis, mereka menyempurnakan karyanya dengan merevisi bersama untuk mencegah adanya celah tulisan yang belum baik hingga finalisasi karya. Ketika hari Ahad (15/03/2026) pengumuman finalis melalui instagram, Tim FH UII masuk sebagai finalis cabang Legal Opinion. Anang bersama rekan-rekannya melakukan simulasi presentasi demi menyampaikan materinya secara maksimal.

Ketika masa pengerjaan, Anang mengaku terdapat beberapa tantangan yang harus dilalui. Pertama, keterbatasan data yang relevan, mengingat isu yang dibahas masih tergolong isu baru dan belum banyak yang membahasnya sehingga perlu ketelitian yang tinggi dalam mencari dan mengolah datanya. Kedua, kompleksitas regulasi yang mengaturnya dan memerlukan kemampuan analisis yang mendalam. Ketiga, harmonisasi antaranggota tim yang mampu diselesaikan dengan koordinasi yang efektif.

Anang juga membagikan tips lainnya yakni manajemen waktu yang baik, pembagian tugas yang jelas, komunikasi intensif dalam tim serta aktif berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Menurutnya, kunci utama dari semuanya adalah konsistensi dan kedisiplinan untuk menjadikan kita lebih baik. Ia berpesan terhadap seluruh mahasiswa FH UII agar tidak ragu untuk mencoba dan mengikuti berbagai kompetisi.

“Proses yang dijalani akan memberikan pengalaman berharga, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memperluas wawasan. Jangan takut gagal, karena setiap proses adalah bagian dari pembelajaran,” pungkasnya. (FMTZ)