Mahasiswa FH UII Raih Juara 1 dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi UII 2026

[KALIURANG]; Rangkaian seleksi penilaian Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bidang Kemahasiswaan Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan (DPK) telah selesai dilaksanakan. 

Rangkaian kompetisi PILMAPRES UII diselenggarakan setiap satu tahun sekali dan dimulai pada tanggal 1 Januari 2026 hingga 14 Maret 2026. Tahapan seleksi dilaksanakan dengan mekanisme kombinasi, terdiri dari tahapan administrasi sebagai tahap awal yang dilakukan secara daring, hingga tahapan final yakni presentasi dan wawancara yang dilakukan secara luring.

Dimas Saputra (23410348) sebagai peraih Juara 1 PILMAPRES UII Tahun 2026 pada Selasa (14/04/2026) perwakilan dari Fakultas Hukum (FH) UII telah berhasil melalui serangkaian kompetisi yang cukup panjang. Rangkaian kompetisi tersebut melibatkan 3 komponen yang bersifat kumulatif dan menjadi prasyarat untuk mendaftar PILMAPRES, antara lain adalah Komponen Gagasan Kreatif, Komponen Capaian Unggulan, dan Komponen Bahasa Inggris. Setiap komponen memiliki juri masing-masing, pada seleksi gagasan kreatif dinilai oleh juri Ikrom Mustofa, S.Si., M.Sc., pada seleksi capaian unggulan jurinya adalah Hazhira Qudsyi, S.Psi., MA., dan pada seleksi bahasa inggris adalah Intan Pradita, S.S., M.Hum.

Penilaian kompetisi PILMAPRES tidak hanya berfokus pada aspek akademik berupa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) semata, melainkan juga mencakup capaian unggulan seperti prestasi kompetisi yang diraih, publikasi ilmiah, kontribusi dalam organisasi, serta dampak nyata yang dihasilkan dari kegiatan yang diikuti. 

Selain itu, terdapat penilaian presentasi gagasan kreatif yang dilakukan dalam bentuk pemaparan ide secara sistematis mengenai kebaruan ide dan seberapa bermanfaat implementasinya. Pada komponen gagasan kreatif, peserta dituntut untuk tidak hanya memahami ide secara konseptual, tetapi juga secara praktis dan aplikatif. 

Pada komponen capaian unggulan, terdapat batasan maksimal 10 (sepuluh) capaian yang dapat dilampirkan. Kategori tersebut meliputi kompetisi, publikasi, penghargaan, atau partisipasi lainnya dengan ketentuan setiap kategori hanya dapat diisi maksimal 4 (empat) capaian. 

Dengan kata lain, PILMAPRES melihat mahasiswa secara utuh, tidak hanya sebagai individu yang unggul akademik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang aktif, produktif, dan dapat memberikan kontribusi bagi lingkungan di sekitarnya.

Bagi Dimas, proses persiapan Mahasiswa Berprestasi bukan sesuatu yang instan, namun menjadi proses yang dibangun sejak awal perkuliahan. Beberapa hal yang Dimas lakukan yakni, menjaga capaian akademik tetap optimal sebagai langkah pertama. Kedua, aktif mengikuti berbagai kompetisi, forum ilmiah, hingga kegiatan organisasi untuk memperluas pengalaman. Ketiga, membiasakan diri untuk membaca, menulis, dan melakukan kajian agar terbiasa berpikir kritis juga solutif. Keempat, meningkatkan kemampuan bahasa inggris secara bertahap. Kunci utama Dimas adalah konsistensi, kemauan untuk terus belajar, serta keberanian untuk mencoba berbagai peluang yang ada. 

“Tentu saya merasa sangat bersyukur atas capaian ini. Namun di sisi lain, saya juga menyadari bahwa ini bukan sekadar pencapaian personal, melainkan sebuah amanah yang membawa tanggung jawab lebih besar. Perasaan bangga yang ada justru saya maknai sebagai motivasi untuk berkembang, menjaga konsistensi, dan memberikan kontribusi yang lebih luas, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ungkap syukur Dimas.

Dimas juga mengungkapkan bahwa pengalaman PILMAPRES ini sangat berharga. Menurutnya kegiatan ini menantang karena menguji kemampuan akademik, ketahanan diri, konsistensi, serta cara berpikir yang lebih strategis. Dimas menyebut bahwa prosesnya menantang dan menjadi letak pembelajaran sebenarnya. 

“Pesan saya untuk teman-teman sekalian, jangan ragu untuk mencoba. Mulailah dari apa yang dimiliki, terus kembangkan potensi diri, dan berani keluar dari zona nyaman. Pada akhirnya, proses yang dijalani akan jauh lebih bermakna daripada sekadar hasil akhir,” pungkas Dimas. (DVP)