Dalam usianya yang ke 75 tahun, Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seminar Nasional dan Peluncuran Buku: Realitas dan Tantangan Konstitusionalisme HAM di Tahun Politik yang diselenggarakan atas kerjasama Pasca Sarjana dan Departemen Hukum Dasar FH UII dengan Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) UII pada Sabtu, 31 Maret 2018. Seminar HAM tersebut diawali dengan keynote speech dari Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian Ph.D.

Seminar HAM ini sekaligus sebagai peluncuran tiga buku terbaru karya civitas UII yakni buku “Etika dan Kode Etik Profesi Hukum” dan buku “Hukum Hak Asasi Manusia”, karya Dr. Suparman Marzuki S.H., M.Si., dan buku “Hukum Hak Asasi Manusia Perspektif Internasional, Regional, dan Nasional” karya Eko Riyadi S.H., M.H.  Pada kesempatan ini juga Kapolri memborong masing-masing 100 buku dan dibagikan kepada seluruh peserta seminar. Buku-buku tersebut sebagai sumbangsih civitas FH UII dalam bidang akademis kepada masyarakat. Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian secara khusus memberikan selamat atas terbitnya buku-buku karya civitas FH UII tersebut.

Kapolri dalam pidatonya menyampaikan hal pokok terkait politik dan penegekan HAM. Globalisasi menjadikan dunia menjadi tanpa batas. Hal tersebut ditandai dengan komunikasi antar negara maupun antar komunitas menjadi sangat intens. Sehingga perubahan sistem politik di Indonesia sangat dipengaruhi oleh perubahan sistem politik internasional. Sedangkan dinamika politik internasional bersifat anarki. Di sinilah pentingnya penegakan HAM harus dilangsungkan sebagai kontrol perkembangan politik itu sendiri.

Selain itu, Kapolri menjlaskan bagaimana peran Polri sebagai pencegahan potensi konflik dalam masyarakat, mengingat pesta demokrasi pada tahun politik sangat rawan konflik.

Kapolri secara pribadi merasa kaget, ketika mengetahui bahwa hadir dalam forum tersebut beberapa alumni UII seperti Prof. Mahfud dan Pak Artidjo Alkostar. Beliau menyatakan bahwa sudah saatnya UII naik daun. Banyak alumni UII yang sudah menjadi tokoh nasional, bahkan mendunia.

Seminar yang berlangsung sejak pukul 09:00 – 13:30 WIB ini dihadiri berbagai kalangan mulai dari akademisi, praktisi HAM, kepilisian, militer, hingga mahasiswa hukum. Selain keynote speech yang diberikan Kapolri, seminar kali ini menghadirkan pembicara-pembicara ternama. Para pembicara ini adalah Guru Besar Hukum Tata Negara FH UII Prof. Dr. Ni’matul Huda. S.H., M.Hum., Komisioner Komisi Nasional HAM Mochamad Choirul Anam S.H., dan Peneliti dari Universitas Oslo, Aksel Temte.

Pada pelaksanaan seminar, Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Prof. Dr. Ni’matul Huda menyatakan bahwa saat ini untuk pelaksanaan suatu pemilihan umum masih memiliki banyak polemik yang memang permasalahan tersebut muncul sejak awal, yakni dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Sedangkan Komisioner Komnas HAM Mochammad Choirul Anam menyatakan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan oleh bangsa dalam menghadapi kontestasi politik nantinya terlebih mengenai diskriminasi dan kekerasan.

Pada kesempatan tersebut, Aksel Temte juga turut memberikan pendapat yang didapatkan dari hasil penelitiannya mengenai keterkaitan pengolahan Sumber daya alam dan pemenuhan HAM. Berdasarkan hasil temuannya, pada tahun politik, eksploitasi SDA justru makin masif. Hal ini dipicu dari minimnya perhatian masyarakat terhadap issu SDA, karena fokus pada persoalan politik praktis saja.

Dengan pengamanan ketat kepolisian, acara seminar berlangsung lancar. Pusham UII secara khusus juga mengadakan pameran berbagai literatur dan majalahnya yang dibagikan secara gratis kepada para hadirin dan mahasiswa. Selain itu, acara ini juga dihadiri alumni dan civitas FH UII lainnya, seperti, Hakim Agung, Artidjo Alkostar; Mantan Ketua Komisi Yudisial, Suparman Marzuki, dan; Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud M.D.

Selamat atas peluncuran buku karya Bpk Eko Riyadi dan Bpk Suparman Marzuki, semoga ilmunya menjadi bagian amal yang terus mengalir. Amin. [marcomm._fhuii]