Kegiatan Fakultas Hukum UII penelitian, pengabdian, dan dakwah civitas akademika termasuk seminar, lokakarya, workshop, pemberian penghargaan, kegiatan kerjasama, dan lain sebagainya

[KALIURANG]; Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Indonesia (UII) di kancah nasional. Tim delegasi UII berhasil menyabet gelar Juara 3 Legal Opinion Competition dalam kompetisi Trisakti Business Law Fair III yang diselenggarakan oleh Universitas Trisakti.

 

Tim yang mewakili Business Law Community (BLC) FH UII ini benar-benar solid. Farhan F. Putra (22410819) bertindak sebagai ketua tim, memimpin rekan-rekannya. Dua anggota lainnya yang tak kalah hebat adalah Marvineta Tsabitah N.A. (22410590) dan Putri Citra Kemuning (22410584). Kombinasi kerja sama mereka membuat delegasi BLC FH UII siap tempur dan optimis bawa pulang hasil terbaik pada kompetisi ini.

Farhan F. Putra, sebagai salah satu anggota tim, menjelaskan bahwa keikutsertaan mereka didasari oleh semangat untuk melanjutkan tradisi kompetisi yang selama ini rutin diikuti oleh BLC FH UII.

“Kebetulan BLC FH UII juga rutin mengikuti kompetisi ini. Saat mendapatkan undangan dari TBLF Trisakti, kami rasa ini adalah kesempatan bagi kami untuk melanjutkan tradisi kompetisi BLC FH UII di TBLF dan juga momentum yang tepat untuk mencari pengalaman dan menggali ilmu melalui kompetisi TBLF III ini,” jelas Farhan.

Persiapan tim untuk kompetisi ini tidak instan. Mereka memulai segala sesuatunya sejak awal bulan Juni, terutama dalam menyelesaikan berkas administrasi dan persyaratan seperti surat keterangan delegasi dan slip pembayaran registrasi lomba.

Kemenangan ini disambut dengan rasa senang dan bangga oleh seluruh tim. Kebahagiaan tersebut tidak hanya dirasakan karena meraih gelar juara, tetapi juga karena berhasil berbagi pengalaman dan ilmu, serta yang paling utama, membawa dan mengharumkan nama baik FH UII dan BLC FH UII di kancah nasional.

Namun, perjalanan menuju juara tentu tak lepas dari tantangan. Farhan mengakui bahwa tantangan terbesar mereka adalah pada fase pemberkasan materi. “Kebetulan materinya tentang pemanfaatan Ruang Bawah Tanah yang bagi kami masih cukup asing. Tapi alhamdulillah berkat riset yang konsisten dan bantuan dari berbagai pihak, kami bisa memberikan hasil terbaik kami selama pemberkasan,” ungkapnya. Materi yang terbilang baru ini justru memicu semangat mereka untuk melakukan riset mendalam, yang pada akhirnya menjadi kunci kekuatan esai mereka.

Menurut Farhan, kunci keberhasilan mereka dalam meraih juara adalah gabungan dari faktor internal dan eksternal. Dari faktor internal, yang paling utama adalah rasa semangat dan konsisten dalam riset. Sementara itu, dukungan eksternal juga memegang peranan krusial. “Dukungan eksternal layaknya bimbingan dari Dosen FH UII, Advisors BLC FH UII, dan tentunya dukungan finansial dari FH UII kami rasa menjadi satu kesatuan di balik keberhasilan kami,” tegasnya. Sinergi antara kerja keras mahasiswa dan support system institusi terbukti melahirkan prestasi maksimal.

Farhan menyampaikan pesan inspiratif bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya “Intinya semua perjuangan tidak ada yang sia-sia sih. Memenangkan kompetisi itu bonus saja. Justru yang paling berharga itu pengalaman dan ilmu yang didapatkan selama proses perlombaan,” tutupnya. (YSHA)

[KALIURANG]; Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali bersuka cita atas prestasi yang diukir para mahasiswa dalam kompetisi hukum di bidang kepenulisan berskala nasional. Elang Putra Haninggar (22410048) dan Rafi Firoos Muhammad Utyan (23410292) tergabung dalam satu tim berhasil membawa Juara 2 Legal Opinion Competition dalam kegiatan Sunan Ampel Legal Competition 2025 yang diadakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Pada ajang kompetisi yang sama, tim lain yang terdiri atas Anang Fajri Perdana (23410784) dan Muhammad Alif Ahsan (23410692) turut meraih Juara 3 Legal Opinion Competition.

Berdasarkan wawancara, Elang Putra Haninggar atau yang akrab disapa Elang, selaku perwakilan tim, menyampaikan perjalanan dalam mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba mulai dari sesi pemberkasan, latihan presentasi, hingga pelaksanaan lomba. Perjalanan tersebut tentunya tidak selalu berjalan mulus.

Ketika ditanya mengenai motivasi mengikuti lomba, Elang mengatakan bahwa sebenarnya tidak terdapat motivasi yang terlalu mendalam. “Mungkin fomo kali ya. Sebelumnya saya dan tim pernah mengikuti lomba tapi belum dikasih juara. Kemudian kami mencari-cari lomba apa yang bisa diikuti dan alhamdulillah dikasih rezeki untuk menang di lomba legal opinion ini.”

Meskipun mengalami lika-liku dalam menjalani tahapan perlombaan, Rafi Firoos Muhammad, selaku partner satu tim dengan Elang, mengungkapkan rasa syukurnya karena mereka senantiasa dibersamai oleh berbagai pihak yang turut membimbing dan membantu. “You’ll never walk alone, dalam dalam lomba ini benar-benar membuka kan mata saya dan hati saya bahwa selalu ada orang-orang baik di sekeliling kita yang akan menemani dan membantu di kala badai menghadang,” terang Rafi.

Pada tim berikutnya, Muhammad Alif Ahsan menyampaikan tantangan yang mereka hadapi pada saat menjalani masa pemberkasan lomba adalah tentang bagaimana caranya menyusun argumentasi hukum yang tidak hanya logis dan terstruktur tetapi juga sesuai ketentuan hukum positif dan perkembangan praktik terkini.

Kepada para mahasiswa lain, Anang Fajri Perdana atau yang akrab disapa Anang turut berpesan, “Melalui lomba (legal opinion) semacam ini, teman-teman akan dilatih untuk menganalisa kasus secara mendalam, menyusun argumentasi hukum yang logis dan terstruktur, serta berlatih menyampaikan pendapat hukum secara profesional.”

“Ayo ambil kesempatan ini dan jadilah bagian dari generasi muda hukum yang kritis, kompeten, dan berintegritas!” pungkas Anang dalam wawancaranya. (FCP)

[KALIURANG]; Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) kembali menyelenggarakan acara tahunan yang paling dinanti, LokaFest. Nama “LokaFest” sendiri merupakan gabungan dari dua kata: Loka (yang merujuk pada lokal, yakni mahasiswa Fakultas Hukum) dan Fest (Festival, yang merangkum berbagai kegiatan termasuk penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa/UKM dan Kelompok Belajar).

LokaFest 2025 diselenggarakan selama tiga hari, yaitu pada tanggal 18, 19, dan 22 September 2025. Acara ini diselenggarakan di Lobby Lantai 1 FH UII sebagai lokasi utama. Pelaksanaan LokaFest berada di bawah koordinasi Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) FH UII, dengan tanggung jawab utama dibagi oleh dua departemen yaitu Departemen Kreasi Mahasiswa dan Departemen Riset dan Keilmuan. 

Dengan tagline inspiratif From Interest to Expertise: A Journey Through Talent and Learning,”. LokaFest secara eksplisit menyatakan misinya sebagai jembatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan dan mengembangkan minat serta bakat mereka menjadi keahlian yang nyata.

LokaFest diselenggarakan dengan satu tujuan utama: memperkenalkan kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa baru, bahwa di FH UII terdapat UKM dan Kelompok Belajar yang dapat diikuti di luar pembelajaran formal. Acara ini juga bertujuan sebagai media branding dan rekrutmen non-akademik.

Keikutsertaan dalam LokaFest terbuka bagi UKM dan Kelompok Belajar yang secara legal dan administratif berada di bawah naungan LEM FH UII. Upaya sosialisasi acara dilakukan secara kolektif oleh Departemen Kreasi Mahasiswa, Departemen Riset dan Keilmuan, LEM FH UII, dan seluruh mahasiswa secara umum.

Terkait antusiasme, penyelenggara mengungkapkan kepuasan. “Alhamdulillah kami mengalami pelonjakan antusiasme mahasiswa,” ujar Sufratul Aida selaku penanggung jawab LokaFest 2025, menunjukkan tingginya minat mahasiswa untuk mencari wadah pengembangan diri di luar perkuliahan.

Terselenggaranya LokaFest diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi komunitas akademik FH UII. Selain itu, photobooth yang disediakan diharapkan menjadi kenangan bahwa LokaFest telah terselenggara dan memberikan manfaat yang signifikan bagi mahasiswa FH UII.

LokaFest 2025 berhasil menegaskan perannya sebagai inisiatif penting LEM FH UII dalam menciptakan ekosistem akademik yang seimbang, di mana interest (minat) mahasiswa dapat difasilitasi dengan baik untuk mencapai expertise (keahlian). (YSHA)

Selama kunjungan di Yogyakarta, Prof. Raúl Gabriel Sánchez Gómez dari Pablo de Olavide University, Spanyol, melakukan kunjungan penjajakan kerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII). Prof. Raúl dalam kunjungannya menawarkan kerja sama Erasmus, khususnya dalam bidang hukum klinik. Kerja sama ini diharapkan nantinya pada tahun depan dapat diajukan dan juga dapat memberikan penguatan terhadap klinik hukum yang sudah dilakukan oleh Pusat Konsultasi Bantuan Hukum (PKBH) UII.

Dalam jamuan makan malam, Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni, yaitu Bapak Drs. Agus Triyanta, M.A., M.H., Ph.D., menyampaikan bahwa, “Kami sangat mengapresiasi adanya inisiasi kerja sama ini, bahkan kami juga sangat berharap nantinya juga dapat dikembangkan khususnya sebagaimana tawaran dari Prof. Raúl, yaitu untuk memberikan kesempatan kepada dosen Fakultas Hukum UII yang memiliki spesialisasi di bidang hukum acara perdata dan klinik hukum dapat mengikuti atau belajar Ph.D. di kampus Prof. Raúl, yaitu di Pablo de Olavide University, Spanyol.”

Saat ini Prof. Raúl berada di Yogyakarta juga sedang menjadi salah satu tim yang harus melakukan kajian terhadap Erasmus Masudem (Master Studies in Sustainable Development and Management), yang kebetulan penerima hibah dari Erasmus ini adalah Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah, diskusi, dan foto bersama di salah satu restoran di Yogyakarta.

Pada hari Kamis, 25 September 2025, telah diselenggarakan kuliah tamu dengan Prof. Raúl Gabriel Sánchez Gómez dari Pablo de Olavide University, Spanyol. Kuliah tamu ini diikuti oleh mahasiswa International Program Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) sejumlah kurang lebih 75 mahasiswa. Adapun tema dalam kuliah tamu ini yaitu, The Procedural Law and The Legal Clinics: An Experience from Spain

Dalam kuliah umum, Prof. Raúl menyampaikan materi yang berkaitan dengan Hukum Acara Perdata yang ada di Spanyol dan juga perkembangan klinik hukum, terutama perkembangannya di Uni Eropa. Acara yang bertempat di Ruang Audiovisual lantai 4, Fakultas Hukum ini dimoderatori oleh Bapak Rizky Ramadhan Baried, S.H., M.H., selaku dosen di Fakultas Hukum UII.

Dalam kuliah umum ini, Prof. Raúl menyampaikan bahwa, “Klinik hukum yang ada di Uni Eropa mulai berkembang dengan sangat pesat, mengingat banyaknya **permasalahan** lahan-lahan, termasuk juga di Spanyol. Sehingga memang membutuhkan banyak dukungan dan juga diskusi keilmuan di kampus kami Pablo de Olavide University, Spanyol. Saat ini kami juga membuka spesialisasi klinik hukum dan dibuka untuk program S1, S2, dan juga S3.” Demikian ujar Prof. Raúl pada saat menyampaikan materi kuliah umum di Fakultas Hukum UII.

Sebagai moderator, Bapak Rizky juga menyampaikan bahwa, “Saat ini Fakultas Hukum UII telah memiliki Pusat Konsultasi Bantuan Hukum (PKBH) sebagai salah satu media untuk klinik hukum di Fakultas Hukum UII, yang mana merupakan fakultas hukum tertua dan termasuk aktif serta memiliki peranan yang luar biasa. Klinik hukum ini sangat berkembang pesat setelah banyak masyarakat mempercayakan kepada PKBH UII untuk melakukan pendampingan dan konsultasi hukum. Saat ini juga gedung sedang dibangun, dan bukan hanya membangun gedung, namun juga mengembangkan kegiatan-kegiatan yang bisa mendukung penegakan hukum di Indonesia. Kita berharap dengan adanya kehadiran Prof. Raúl ini, kita bisa mendapatkan ilmu komparatif.” Demikian penyampaian Bapak Rizky.

Dalam sambutan penutup, Bapak Dodik Setiawan Nur .H., S.H., M.H., LL.M., Ph.D., selaku Ketua Program Studi Hukum Program Sarjana menyebutkan bahwa, “Kami sangat mengapresiasi kegiatan kuliah tamu ini, bahkan kegiatan ini merupakan dari Spanyol yang menyampaikan ilmu yang berkaitan dengan klinik hukum. Dan kita berharap nantinya ilmu ini dapat kita kembangkan, terutama tidak hanya PKBH tapi juga untuk civitas akademika. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan internasionalisasi sehingga mahasiswa dapat membangun keilmuan secara komparatif.”

Acara kemudian ditutup dengan tanya jawab dan juga serah terima cenderamata. Di saat yang bersamaan, Prof. Raúl juga mengunjungi Museum UII dan juga melakukan tur kampus di Fakultas Hukum UII.

Yogyakarta, 27 September 2025 – Pusat Studi Pasar Modal & Hukum Sektor Keuangan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (PSPMHSK FH UII) sukses menyelenggarakan kegiatan akademik berupa “Webinar Nasional Menavigasi Dampak Artificial Intelligence Terhadap Bidang Hukum: Perspektif Akademisi dan Praktisi”. Acara webinar ini merupakan kerjasama dari tiga pihak, yakni PSPMHSK FH UII, Nadim Zaki Fornawansyah Lawfirm, dan Nadim Global Services. Kegiatan ini dilakukan pada hari Sabtu, 27 September 2025 secara hybrid dengan lokasi utama di mini auditorium FH UII serta didukung platform zoom. Webinar ini menarik lebih dari 150 peserta, baik yang hadir secara langsung maupun daring.

Kegiatan dimulai dari keynote speech oleh Prof. Dr. Budi Agus Riswandi selaku Dekan FH UII. Beliau mengingatkan akan besarnya perkembangan dari teknologi Artificial Intelligence (AI) yang berdampak terhadap semua sektor kehidupan manusia, baik dari sisi positif maupun negatif. Untuk itu, beliau menekankan bahwa penting bagi mahasiswa maupun lulusan hukum untuk mampu memanfaatkan teknologi AI sehingga dapat memberikan pengaruh positif terhadap profesi hukum itu sendiri.

Webinar ini menghadirkan dua pembicara yang memiliki pengalaman akademis dan praktis di bidang hukum yang terkait yaitu: Dr. Inda Rahadiyan, S.H., M.H. (Dosen FH UII, Direktur PSPMHSK FH UII), Rio Fafen Ciptaswara, S.H., M.H., LL.M. (Direktur Utama Nadim Global Services,  at Partner Nadim Zaki Fornawansyah Lawfirm).

Pemaparan materi dimulai oleh Rio Fafen Ciptaswara, S.H., M.H., LL.M. Beliau menekankan bahwa sejatinya teknologi digital khususnya AI bukan untuk menggantikan, melainkan mempermudah proses kita, khususnya dalam melaksanakan tugas sebagai profesi hukum. Selain itu dipaparkan pula mengenai perbandingan penanganan masalah hukum di beberapa negara maju seperti China serta Uni Eropa yang kerap kali hanya memakan waktu singkat dikarenakan maksimalnya penggunaan AI.

Pembahasan selanjutnya dipaparkan oleh Dr. Inda Rahadiyan, S.H., M.H. Beliau mengangkat kembali mengenai tantangan utama dalam perkembangan teknologi, yang pertama yaitu dampak dari teknologi itu sendiri, dan kedua adalah mahalnya implementasi terhadap perubahan regulasi. Untuk itu, penting sekali akan adanya pengaturan terhadap AI yang mampu untuk menjamin kepastian dan perlindungan hukum sekaligus menjamin keberlanjutan Inovasi dan pertumbuhan ekonomi.

Peserta webinar menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui diskusi interaktif seputar bagaimana penggunaan AI serta risiko yang dapat muncul kedepannya, khususnya dalam mempermudah melakukan tugas sebagai profesi hukum. Acara ini berhasil menciptakan suasana yang informatif dan inspiratif baik bagi mahasiswa maupun lulusan hukum.

PSPMHSK FH UII akan terus berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan akademis berkualitas yang mendukung pengembangan hukum keuangan, pasar modal, dan hukum internasional di Indonesia.

Yogyakarta (20/9/2025), Prodi Hukum Program Doktor berupaya meningkatkan kualitas penulisan riset di FH UII, Program Studi Hukum Program Doktor Ilmu Hukum UII mengutus 9 mahasiswa dengan membawa hasil riset masing-masing untuk melakukan desiminasi hasil riset serta 3 Pakar Hukum dalam bidang Intellectual Property and Digital Law; Commercial Law dan Environment Law dalam Program Bangi Salad 2025 yang diselenggarakan oleh Fakulti Undang-Undang Universiti Kebangsaan Malaysia bekerjasama dengan Fakultas Hukum Kobe University Jepang dan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia.

Kegiatan pelepasan Program Bangi Salad 2025 ini dikemaskan dengan Program  2nd Desimination Research 2025 Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum UII pada Hari Sabtu, tanggal 20 September 2025 yang dihadiri oleh Pimpinan Fakultas Hukum UII, yaitu Prof. Dr. Budi Agus Riswandi, S.H.,M.Hum (Dekan FH UII); Dr. Sri Hastutipuspitasari, S.H.,M.H (Wadek Sumber Daya) dan Drs Agus Triyanta, M.H.,M.A.,Ph.D (Wadek Kemahasiswaan, Keagamaan dan Alumni) ; Kaprodi Doktor Prof. Dr. M Syamsuddin, S.H.,M.H; dan Dr. Idul Rishan, S.H.,LL.M (Koordinator Pembelajaran) serta para guru besar Fakultas Hukum UII (Prof. Dr. Rusli Muhammad, S.H.,M.H; Prof. Dr. Nimatul Huda, S.H.,M.H., Prof. Dr. Sefriani, S.H.,M.Hum; Prof. Dra. Sri Wartini, S.H.,M.H.,Ph.D) dan Dosen Fakultas Hukum UII (Dodik Setiyawan Nurheriyanto, S.H.,M.H.,LL.M.,Ph.D; Syarif Nurhidayat, S.H.,M.H; Mukmin Zakie, S.H.,M.H.,Ph.D) dan tenaga kependidikan seperti Kadiv Akademik Arief SAtedjo A.MD dan tim program 2nd Research Desimination 2025.

Dalam sambutan pelepasan, Prof. Dr. M. Syamsuddin, S.H.,M.Hum menyampaikan bahwa kegiatan 2nd Research Desimination 2025 yang terintegrasi dengan Program Bangi Salad 2025 merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh program doctor Ilmu Hukum Fakultas Hukum UII. Program ini merupakan program kedua, yang sebelumnya pernah dilaksanakan kerjasama dengan International Islamic University Malaysia (IIUM) 2025.

Menurutnya lagi, program yang kedua ini mendapatkan respon yang sangat luar biasa dari mahasiswa program doctor Ilmu Hukum yang dibuktikan dengan jumlah kepesertaan mengalami peningkatan.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Prof. Dr. Budi Agus Riswandi, S.H.,M.Hum menegaskan bahwa program yang diselenggarakan oleh Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum UII dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di Program Doktor. Hal ini tentunya, salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan kolaboratif untuk melakukan desiminasi hasil riset mahasiwa Program Doktor.

Sejalan dengan itu pula ia menyatakan harapannya program ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan meningkatkan bobot dan kualitasnya, tidak saja dalam bentuk kegiatan desiminsasi hasil riset bersama, tetapi dapat juga diwujudkan dengan kegiatan publikasi bersama antar perguruan mitra Fakultas Hukum UII yang ada di luar negeri.

Program Bangi Salad 2025 merupakan International Student Colloqium  kedua dari berbagai negara dengan mengusung topik di bidang Environment Law, Business Law dan International Trade Law. Sembilan mahasisa terpilih yaitu Grace Selly No Mhs 22932004; Ahmad Syarifudin No. Mhs. 23932002; Basto Daeng Rono No. Mhs 23932004; Bayu Mogana Putra No Mhs. 23932005; Indah Parmitasari No. Mhs 23932009; Intan Nur Ramawanti No Mhs 23932010; Nurmalita Ayuningtyas H No Mhs 23932014; Junaedi Arif 23932022; dan M Nur laili Dwi K 24932011., sedangkan pakar hukum yang diberangkatkan dari Fakultas Hukum UII Adalah Prof. Dr. Budi Agus Riswandi, S.H.,M.Hum (Intellectual Property Law and Digital Law); Prof. Nandang Sutrisno, S.H.,M.H.,LL.M.,Ph.D (Commercial Law) dan Prof. Dra Sri Wartini, S.H.,M.H.,Ph.D (Environmental Law). Dewan pakar ini akan melakukan review terhadap penelitian para mahasiswa dan memberikan umpan balik atas hasil riset mahasiswa.

Kegiatan diselenggarakan Hari Ahad-Jum’at mulai tanggal  21-27 September 2025 dengan aktivitas kegiatan library research dan diseminasi hasil penelitian. Mahasiswa Program Doktor FH UII akan mendiseminasikan hasil penelitian dihadapan Dewan Pakar Guru Besar dari Kobe University dan FUU UKM. Selain delegasi mahasiswa, FH UII juga mengutus tiga dewan pakar yaitu Prof.Budi Agus Riswandi, Profesor Nandang, dan Prof Sri Wartini sebagai reviewer untuk memberikan umpan balik atas hasil riset mahasiswa Kobe dan UKM. Dalam acara pelepasan mahasiswa dan dewan pakar yang diselenggarakan di FH UII, Prof Syamsudin selaku ketua Program Studi berharap kegiatan ini menambah pengalaman international exposure dan meningkatkan kualitas riset di program doktor FH UII. Prof Budi juga selaku Dekan menyambut baik kegiatan ini yang secara notabene merupakan aktivitas unggulan di program doktor guna peningkatan daya saing global yang dilakukan secara berkelanjutan.

Pada akhirnya kegiatan pelepasan 2nd Research Desimination 2025 ditutup dengan penyerahan souvenir kepada para peserta dan foto bersama.

Kali ini Fakultas Hukum, Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pengesahan Kode Etik APJHI dan Penandatanganan Pakta Integritas pada tanggal 16 September 2025 bertempat di Ruang Meeting Room FH UII Lantai 2. Dalam pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari pengelola jurnal hukum di Indonesia baik di wilayah barat, tengah dan timur. “Kami sangat berharap agar acara ini dapat terselenggara mengingat telah banyak jurnal hukum yang sudah mendapatkan akreditasi baik di Tingkat nasional (SINTA) maupun Internasional (Scopus atau Web of Science). Dengan acara hari ini dan penandatanganan pakta integritas ini maka diharapkan kualitas publikasi jurnal hukum di Indonesia semakin baik untuk membangun kualitas jurnal dan publikasi yang baik dan menjadi sumber pijakan keilmuwan.” Demikian sambutan Ketua APJHI, Dr. Kukuh Tejo Murti, S.H., LL.M.

Acara berlangsung dengan khidmat dengan diawali oleh Sambutan dari Ketua APJHI dan Dekan Fakultas Hukum UII. Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari hasil pertemuan tahunan APJHI yang berlangsung di Universitas Pasundan, Bandung pada bulan Juni 2025. Pada saat itu, seluruh peserta membahas Draft Kode Etik secara musyaawarah dengan tujuan bersama untuk memastikan peningkatan dan untuk menjaga kualitas publikasi jurnal hukum di Indonesia.

“Kami sangat mendukung adanya Kode Etik dan Pakta Integritas yang utamanya untuk menjaga kualitas publikasi jurnal hukum di Indonesia. Kami di UII senantiasa menjaga nilai integritas yang ada diantara kita semua mengingat saat ini banyak sekali tantangan dan problematika yang dihadapi oleh para pengelola jurnal hukum. Dengan adanya komitmen ini, maka diharapkan adanya motivasi bagi kita semua untuk menjaga nilai integritas dan memastikan agar kualitas publikasi hukum kita dapat menjadi rujukan keilmuwan dalam bidang hukum di seluruh penjuru dunia.” Demikian sambutan Dekan Fakultas Hukum UII, Prof. Dr. Budi Agus Riswandi, S.H., M.Hum.

“Untuk menindaklanjuti kode etik ini, maka juga sangat perlu agar dijaga suasana integritas akademik di Perguruan Tinggi. UII kami pilih sebagai tempat penandatanganan pakta integritas karena UII sangat menjaga integritas akademik. Di APJHI, sudah memiliki Divisi Etika Publikasi. Dan kuantitas jurnal hukum yang sudah terindeks scopus sudah banyak dan masih ada pihak dari luar negeri yang menyorot keberadaan jurnal hukum kita dengan pandangan negatif. Jika ini dibiarkan akan terjadi pembusukan nilai integritas akademik dan dapat menurunkan reputasi para ilmuwan hukum di Indonesia. Pengakuan internasional ini harapannya bukan masalah indeksasinya, namun lebih kepada perhatian kepada peningkatan level akademiknya. Harapannya kita berharap Upaya ini dapat meningkatkan reputasi para ilmuwan hukum di Indonesia yang sejajar dengan ilmuwan hukum yang terkemuka di dunia.” Demikian yang disampaikan oleh salah satu pengelola APJHI, Saru Arifin, SH, LLM, PhD.

Acara ini juga dihadiri oleh Dr. Bambang Sutiyoso, S.H., M.Hum., (Ketua Jurusan FH UII), Prof. Ni’matul Huda, S.H., M.Hum. (Guru Besar Hukum Tata Negara FH UII), Dodik Setiawan Nur Heriyanto, Ph.D. (Kaprodi Hukum Program Sarjana FH UII), Prof. Dhiana Puspitasari, S.H., LL.M., Ph.D. (Guru Besar Universitas Brawijaya dan Pengurus APJHI), Fajri Matahati Muhammadin, S.H., LL.M. Ph.D. (akademisi dan pengelola jurnal hukum di Universitas Gadjah Mada), Dodik Setiawan Nur Heriyanto, Ph.D. (Pengelola Jurnal Prophetic Law Review FH UII), Nindry Sulistya Widiastiani, SH., MH (FH Atma Jaya Yogyakarta), Dr. Setyo Utomo, S.H., M.Hum (Fakultas Hukum, Universitas Panca Bhakti), Jufryanto Puluhulawa, S.H., M.H.  (Universitas Negeri Gorontalo), Saru Arifin, S.H., LL.M., Ph.D. (FH Unnes). Selain itu acara ini juga dihadiri dari Nafiatul Munawaroh (Hukum Online) dan awak media.

Prof. Dhiana Puspitasari, S.H., L.LM. Ph.D. selaku Dewan Pembina APJHI menyampaikan bahwa “saya sangat mendukung adanya kegiatan ini. Kami sebenarnya ingin meluruskan mengapa kita mengupayakan agar banyak jurnal hukum di Indonesia yang mendapatkan indeksasi scopus namun semakin berjalan nya waktu kita juga menghadapi adanya tantangan tersendiri. Kita punya harapan saat itu sehingga banyak tulisan dan penulis dari Indonesia dapat menerbitkan di Indonesia sendiri daripada dipublikasikan di jurnal dari luar negeri dan berbayar mahal. Untuk itu, kode etik ini menjadi hal yang sangat wajib untuk menjadi penyeimbang agar kita dapat menjaga kualitas publikasi kita.”

Pembekalan dan Pelepasan Alumni FH UII kembali digelar oleh FH UII pada Kamis (21/08/2025). Pembekalan periode ini bertajuk “Konsisten Mencetak Profil Lulusan yang Unggul, Berintegritas dan Berdaya Saing Global.”

Bertempat di Ruang Audio Visual Lantai 4 Gedung FH UII sebagai lokasi kegiatan. Kegiatan ini diperuntukkan terhadap Calon Alumni FH UII Periode Agustus 2025.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan hangat dari Bapak Drs. Agus Triyanta, S.H., M.H., Ph.D. selaku Wakil Dekan Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni FH UII. Dalam sambutannya, Bapak Agus mengucapkan selamat kepada calon-calon Alumni FH UII Periode Agustus 2025.

Beliau juga turut berbahagia atas kelulusan para calon alumni tersebut, baik dari jenjang S1, S2 (Magister Kenotariatan dan Magister Hukum), dan Doktor.

Sebagai motivasi, beliau menambahkan bahwa banyak alumni-alumni FH UII yang berhasil masuk ke instansi hukum, seperti kehakiman dan kejaksaan yang didominasi oleh alumni FH UII.

“Di medsos yang diviralkan bahwa ada 58 dari alumni kita yang diterima di kejaksaan dan ada 61 yang diterima lingkup Mahkamah Agung,” ungkap Bapak Agus.

Beliau juga berharap bahwa dengan lulusnya para mahasiswa FH UII dari berbagai tingkatan dapat menjadi batu loncatan mereka dalam meraih cita-citanya.

“Semoga ini menjadi salah satu, stepping stone (bagi alumni) menuju tahapan-tahapan yang kalian inginkan semuanya,” ujarnya.

Berikutnya penyampaian kesan dari calon alumni dari Anne Frameswari Hidayat. Ia mengungkapkan terima kasih karena beruntung berkuliah di FH UII dengan dosennya yang baik dan ramah berbagi ilmu dengan mahasiswanya.

Sebagai pesan terhadap calon alumni yang lain, Ia menyerukan untuk menjadi insan yang amanah, dan menjunjung tinggi keadilan tanpa menghapus nilai islam dalam menerapkan hukum.

Al-’ilmu bila amalin kasyajar bila tsamarin. Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah,” ungkapnya.

Selanjutnya yaitu pembekalan yang disampaikan oleh tiga narasumber dipandu moderator Eko Prasetyo, S.H., M.H. selaku dosen FH UII. Narasumber pertama yakni Safira Hanum, S.H. selaku Alumni FH UII yang menyampaikan tips-tips bagaimana menjadi yang terbaik menjadi ketika wisuda.

Dirinya juga memberi sedikit kutipan dari dosen pembimbingnya, yakni dari bapak Bagya Agung Prabowo, S.H., M.Hum, Ph.D.. “Jangan pernah berhenti mencoba dan jangan pernah mencoba berhenti. Jadilah versi terbaik dari diri kita. Mulai dari langkah kecil yang penting kita enggak nyerah,” ungkapnya.

Narasumber berikutnya yakni Nabila Ihza Nur Muttaqi, S.H., M.H. selaku alumni dan mahasiswa S3. Beliau menyampaikan tentang pengalamannya berkarir ganda, yakni sebagai pengacara dan dosen. Beliau mengaku tertarik berkarir ganda karena merasa tertantang dan perlu seimbang. Dimana sebagai pengacara sebagai sarana ilmu praktiknya, dan dosen sebagai membagi ilmu teori dan sarana untuk mencetak generasi yang berkualitas.

Dari pengalamannya, beliau memberikan beberapa tips dalam berkarir ganda. “Yang pertama jangan takut bermimpi tinggi. Kedua mulai dari langkah kecil dan konsisten. Ketiga cari mentor dan network, dan yang keempat harus upgrade diri,” ujarnya.

Narasumber terakhir yakni Walid Jumlad, S.Psi., M.Psi selaku perwakilan dari Direktorat Pengembangan Karir dan Alumni UII. Beliau memberikan informasi terkait tips dalam wawancara kerja yang baik. Beliau memulai dari hal-hal yang dilarang dan harus dicantumkan di CV.

Beliau menutup dengan tips utama yakni berpenampilan menarik, datang lebih awal saat wawancara dan fokus untuk dapat memberikan kesan yang positif. Hal tersebut dapat memperluas kemungkinan untuk diterima oleh perusahaan yang dituju. (FMTZ)

Mahasiswa Internasional Program (IP) Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) melaksanakan kegiatan Studium Generale sebagai bagian dari rangkaian English Matriculation Program. Acara ini berlangsung pada Jumat, 12 September 2025, di ruang Stage Room Barat, lantai 3 Gedung FH UII, dan diikuti oleh seluruh mahasiswa IP semester satu FH UII. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Program Studi Hukum Program Sarjana (PSHPS) dan Cilacs UII. Diselenggarakannya kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni.

Acara dibuka pada pukul 08.00 WIB dengan sambutan daring dari Kepala Program Studi Hukum Program Sarjana, Dodik Setiawan Nur Heriyanto, S.H., M.H., LL.M., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan selamat dan memberikan arahan mengenai pentingnya kegiatan ini serta program English Matriculation bagi kesuksesan mahasiswa IP di masa mendatang. Kemudian, Suprihatin, S.Pd, selaku Kepala Departemen Akademik Cilacs UII, melanjutkan dengan menjelaskan secara rinci program-program English Matriculation yang akan diikuti mahasiswa.

Sesi motivasi inspiratif turut diberikan oleh Bapak Widodo, selaku Managing Director of Mangrove Education, yang membangkitkan semangat para peserta. Sebelum acara ditutup pada pukul 11.30 WIB, mahasiswa IP dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan sesi conversation dengan staf Cilacs. Sesi ini berfungsi sebagai pre-test untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris awal mahasiswa, sehingga program English Matriculation dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan masing-masing kelompok.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan fondasi yang kuat bagi mahasiswa Internasional Program Fakultas Hukum UII dalam mengembangkan kemampuan bahasa Inggris mereka, yang sangat krusial dalam menunjang studi dan karir di kancah internasional.